Saatnya Perubahan; Yang Muda Yang Aksi Nyata

Posted on Updated on


2014, dicanangkan banyak orang sebagai tahun perubahan. Di bidang politik tentu saja karena hajat besar yang sudah tak lama lagi : Pemilihan Umum. Sampai tulisan ini dibuat sebenarnya saya termasuk orang yang cuek terhadap politik atau boleh dikatakan muak dengan segala tingkah polah kebanyakan para politikus negeri ini. Tapi pada akhirnya, jika kita menyadari apa yang kita sendiri kritisi pada pemerintah / legislatif sebenarnya adalah hasil pilihan kita sendiri.

Kalau dulunya pilihan kita asal-asalan atau bahkan salah pilih (misal hanya karena suara kita dibeli dengan harga mahal) maka itu berarti turut andil dalam buruknya (oknum) pemerintahan / legislatif hasil pemilu tsb.

Kalau kita sudah pilih yang baik dan hasilnya bisa amanah dengan baik pula namun ternyata masih banyak oknum yang tidak baik mungkin berarti pula kita belum turut andil dalam mengkampanyekan kandidat-kandidat terbaik kepada pemilih lain.

Yang paling apatis adalah mereka yang tidak percaya dengan sistem pemilu lalu menyatakan abstain (golput) dan mengkampanyekannya kepada yang lain untuk ikut golput. Sejatinya mereka telah menyia-nyiakan kesempatan untuk perubahan (yang sangat terbuka sekali untuk diperjuangkan ke arah yang lebih baik melalui pemilu) dan tanpa sadar melalukan pembiaran pada bobroknya oknum-oknum legislatif / pemerntah.

Well, pemilu dan demokrasi seberapapun memuakkannya adalah sistem yang sudah disepakati untuk berjalan di negeri ini. Siapapun WNI wajib mengikuti prosesnya yang sudah konstitusional. Memang dalam prosesnya saat ini demokrasi  seakan memuakkan. Dana besar, tapi hasilnya banyak dimanfaatkan oknum dan cukong yang bermodal besar. Kepentingan rakyat banyak dinomer sekiankan. Tapi perlu kita sadari ini adalah proses, tidak serta merta jangka pendek bisa mewujudkan pemerintahan dan wakil rakyat yang baik dan mensejahterakan rakyat. Berikut saya kutip pernyataan Poltak Hotradero (@hotradero) *baca dr bawah ke atas ya

poltak

Oleh karenanya kurang dari 2 minggu lagi kita (bersama-sama) berkesempatan dan diberi hak untuk ikut menentukan aktor-aktor pemerintahan dan anggota legislatif yang semoga saja tidak memperlambat tapi mempercepat langkah menuju tujuan tanpa akhir dari perwujudan demokrasi ; kemapanan dan kesejahteraan.

Hal pertama yang bisa dilakukan dari keterlibatan kita sebagai pemilih dalam pesta demokrasi ini adalah peduli, tidak apatis. Lalu kenali dan dukung calon wakil kita dan (jika yakin dia punya capability dan bisa amanah) cobalah membantu mengkampanyekannya agar bisa berhasil.

Jujur, tujuan dari tulisan ini dibuat adalah mengajak serta kita untuk tidak apatis, peduli pada proses demokrasi ini dan mencoba mengkampanyekan apa yang kami yakini dan percaya bisa membawa perubahan ke arah lebih baik.

Saya yakin dan percaya bahwa banyak sekali caleg yang saat ini baik dan bisa dipercaya untuk menyambung lidah juataan rakyat Indonesia (selain mereka incumbent yang suka mengemplang absensi :p). Salah satunya Caleg DPR RI Dapil Yogyakarta dari PAN no. 4 : Akmaludin Akbar

Kenapa saya merekomendasikanya. Setelah beberapa kali bertemu dan diskusi (jauh sebelum Mas Akmal memutuskan maju sebagai Caleg lho ya) kita punya concern yang sama thd pembinaan Generasi Muda yang sekarang ini teracam kehilangan jati diri sebagai orang ketimuran dan religius #tsah. Padahal 10-20 tahunan lagi generasi seangkatan saya ini akan berada pada masa produktifnya dan berpotensi menyambung kepemimpinan diberbagai bidangnya. Sebelumnya kita sama-sama turut membantu sebisanya dalam membina generus ini terbatas aspek pembekalan ilmu agama. Kita sadar ini tak bisa dilakukan sendirian oleh pihak tertentu dan harus ada kerjasama yang menyeluruh. Sampai suatu ketika celetukan muncul “Ah coba kamu anggota DPR / Presiden mungkin lebih gampang bikin ini itu”

Tak sadar berapa lama tak bertemu mas Akmal cerita ingin turut serta pemilu sebagai Caleg DPR RI. Awalnya memang mengaku tak ada keinginan pribadi namun setelah berbagai dorongan dan pertimbangan dari orangtua dan guru-guru ngajinya, berangkat juga akhirnya. “Ini tak niati ikhtiar saya untuk andil membantu membimbing generus dgn jalan yang lain.” Begitu salah satunya Mas Akmal bilang.

Secara komitmen dan kapasitas saya tak meragukan. Dan saya yakin teman-teman yang sudah mengenalnya tahu betul maksud dan mendukung sepenuhnya.  Tak ada modal jor-joran seperti yang kebanyakan caleg lakukan, tak ada publikasi masif. Modal cuma DUIT (Do’a Iman, Ilmu, Tawakal)

Akhirnya mari kita dukung mereka yang berkomitmen penuh untuk kemaslahatan ummat, untuk kesejahteraan dan untuk menguatkan negeri ini kedepan. Tanpa keterlibatan aktif dari kita sebagai pemilih, mereka yang baik bisa jadi tak mampu berbuat apa-apa ditengah masih banyaknya mereka yang tamak akan kuasa dan lupa akan kewajiban sebenarnya. Perjuangkan apa/siapa yang kita yakini memang layak untuk diperjuangkan. Sudah saatnya yang muda bergerak, bekerja nyata. Semoga Ijabah, Amanah, dan Barokah

1401928_10202204191100675_793245440_o
Akmaludin Akbar dalam salah satu acara pembinaan mahasiswa muslim. Yogyakarta #JelajahHikmah

—————————–

Muhammad Khoirudin

Tinggalkan komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s