Menjemput Rindu

Posted on Updated on


“Semenjak ada waktu, kita sama-sama menunggu. Untuk kalah kebih dulu atau lari menjemput rindu.”

maka wahai pembolak-balik kalbu, jaga dan tetapkanlah hadapku.

Qodar manusia sudah tertulis jauh sebelum langit dan bumi ini diciptakan Allah, yah setiap muslim wajib mempercayai itu. Artinya sebenarnya kita menjalani hidup ini sudah ada skenarionya masing-masing oleh Allah.

Semenjak kita punya waktu, kita terlahir di dunia, masing-masing dari kita hanyalah menunggu mati, beranjak dari alam ruh, alam rahim, alam dunia, kemudian lewat mati-lah berpindah ke alam kubur. Ya, di dunia  kita sama-sama menunggu. Namun tidak ala kadarnya. Setiap yang hidup di dunia pasti punya misi. Dan misi terbesar manusia adalah

Ibadah hanya kepadaNya (Ad Dzariyat-56). Setiap yang hidup pula pasti sudah teken kontrak dengan Nya dalam pernyataan misi ketika di alam ruh.

Sayangnya kita tak diberi kuasa untuk mengingat. Tapi kita diberi petunjuk untuk bagaimana menjalaninya. Walau banyak diantaranya bias tapi tak pantas rasanya untuk kalah lebih dulu. Karena taruhannya adalah “kholidiina fihaa abada”. Bersyukur yang banyak, atas hidayah dalalah-Nya dan terus berdo’a untuk bisa mendapat dan tetap dalam hidayah taufiq-Nya. Untuk lari menjemput rindu.

maka wahai pembolak-balik kalbu, jaga dan tetapkanlah hadapku.

Tinggalkan komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s